Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tasfir UIN Raden Intan Lampung dan Institut Daarul Qur’an Jakarta Sukses Menyelenggarakan Webinar Nasional Bersama


Selasa (26/7/2022), Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mengadakan webinar bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Institut Daarul Qur’an Jakarta dengan tema “Tafsir Sains: Epistemologi dan Metodologi”. Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung Bapak Dr. H. Ahmad Isnaeni, MA. dalam sambutannya ia menyambut baik kerja sama melalui forum ilmiah seperti webinar ini. Ia berharap hal positif ini bisa terus berlangsung dan diselengarakan secara offline. Menurutnya, webinar ini selain sebagai bukti real tindak lanjut kerja sama antar dua lembaga, lebih dari itu webinar ini dapat menambah wawasan, inspirasi, dan motivasi khususnya kepada mahasiswa. Dalam acara yang sama Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Daarul Qur’an bapak Mohamad Mualim, Lc., M.A dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dengan terlaksananya webinar ini. Ia berharap webinar ini dapat menjadi wasilah dan sarana saling berbagi ilmu antar dosen dan mahasiswa.

Webinar ini diisi oleh dua pembicara dari kedua intsitusi, bapak Dr. H. Abdul Malik Ghazali, Lc., M.A dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung sebagai pemateri pertama dengan tema: “Kajian Tafsir-Hadis Ilmi: Epistemologi dan Metodologi”. Ia menyampaikan bahwa kajian Al-Qur’an dan hadis adalah dua esensi yang tidak dapat dipisahkan mengingat keduanya merupakan sumber kedua dalam ajaran Islam. Menurutnya fakta bahwa seperti yang ia kutip dari Zaglul- jumlah ayat kauniyah dalam Al-Qur’an lebih dari seribu ayat, sementara ayat yang berkaitan dengan hukum hanya 1/5 dari ayat-ayat kauniyah, sementara hadis ilmi juga banyak terdapat dalam karya-karya kanonik imam ahli hadis. Hal ini menurutnya menunjukkan bahwa pemahaman terhadap ayat dan hadis yang berkaitan dengan fakta-fakta ilmiah harus digali dan ditafsirkan secara saintifik. Ia menilai bahwa tafsir ilmi disamping mendapat apresiasi beberapa tokoh, namun juga mendapat banyak kritikan dari sisi metode dan metodologi. Dalam pemaparannya, ia menyarankan untuk tidak hanya mengunakan satu di antara dua metode yakni metode tahlili dan maudhui (tematis) namun untuk mendapatkan makna terdalam dari ayat-ayat dan hadis ilmi harus mengkombinasikan kedua metode ini. Dalam pemaparannya ia memberikan contoh tentang surah hadid (besi) dan hadis tentang anjuran puasa pada ayamil bidh sebagai teks yang mengandung fakta ilmiah dan bisa dibuktikan secara saintifik.

Sementara, narasumber kedua dari Institut Daarul Qur’an Jakarta bapak Muhammad Fadhilah Azka, S.Th.I., M.Ag menyampaikan tema “Al-Qur’an, Epistemologi, dan Tafsir Sains” ia menyoroti metodologi dalam kajian tafsir khususnya tafsir ayat-ayat yang berkaitan dengan sains. Baginya, untuk mengetahui kandungan ayat-ayat sains harus dengan cara pembuktian ilmiah, deduksi ataupun induksi. Berangkat dari pertanyaan “apa yang saya dapat ketahui dari ayat sains ?” ilmuan dapat menyingkap kandungan dari ayat sains melalui tajribah (pembuktian ilmiah). Pada kesempatan yang sama ia mencontohkan dalil Al-Qur’an  seperti yang ia kutip dari imam Al-Ghazali yang dapat membuktikan eksistensi Allah secara saintifik seperti dalam surah an-Naba ayat 6-9.

Setelah penyampaian materi oleh dua pembicara, acara dilanjutkan ke sesi diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh bapak Masruchin, Ph.D. Sesi ini berjalan semarak dan menarik, hal ini dibuktikan dengan antusiasme dosen dan mahasiswa yang bertanya terkait materi yang disampaikan kedua narasumber dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Acara webinar ini selesai dan ditutup pada pukul 11:30 WIB. [BK]